Drop Down MenusCSS Drop Down MenuPure CSS Dropdown Menu

CABAI JAMU

Cabai Jamu merupakan salah satu potensi sektor pertanian yang unggul di Desa Sotabar. Cabai jamu sangat bermanfaat untuk kesehatan, dan menunjang ekonomi warga Desa Sotabar.

POTENSI LAUT MELIMPAH

Letak geografis desa Sotabar yang berada di pesisir utara pulau Madura menyimpan potensi kelautan yang berlimpah seperti Ikan, Udang, ataupun teri.

TERI NASI (KENDUI)

Hasil laut yang mempunyai nilai ekspor yang tinggi dan disukai banyak orang. Teri nasi (kendui) ini banyak dihasilkan di Desa Sotabar dan bisa menambah ekonomi warga Desa Sotabar.

MADU

“Kampung Lebah Madu” merupakan icon yang melekat pada Desa Sotabar. Madu yang dihasilkan di desa ini berkualitas super sehingga mampu menembus pasar Internasional

PERTANIAN

Lahan pertanian yang luas di desa Sotabar sangat menunjang kegiatan pemanfaatan sumber daya hayati guna menghasilkan bahan pangan, bahan baku industri, atau sumber energi.

Sabtu, 04 Februari 2017

Bola Joget Meriahkan Gebyar Desaku Ceria

Beragam tingkah laku lucu dan menarik terlihat dari anak-anak yang mengikuti lomba sepak bola joget. Tak heran gelak tawa dari penonton pun spontan keluar melihat tingkah para peserta.
Suasana ini tampak dalam semarak acara lomba Desaku Ceria yang berlangsung di lapangan Persas desa Sotabar kecamatan Pasean, Jumat 3 Februari 2017. Lomba sepak bola joget ini dilakukan dengan cara menarik. Para pemainnya mengenakan sarung, menendang bola dengan mata kaki, diiringi goyangan saat suara musik dinyalakan.Permainan ini pun mengundang galak tawa para penonton.
Lomba diikuti oleh perwakilan dari Sekolah Dasar yang ada di desa Sotabar. Para pemain nampak tunggang-langgang menggiring bola, karena kesulitan bergerak. Bahkan di saat mereka berkutat memperebutkan bola tiba-tiba suara musik menyala, sehingga kegiatan harus diiringi dengan bergoyang.

Menurut Aufal, salah satu penggagas kegiatan, pertandingan ini semata-mata untuk menghibur dan memeriahkan saja. Disamping itu melalui pertandingan ini diharapkan silaturahmi antar instansi semakin erat terjalin rasa kebersamaan dan kekeluargaan.

Selasa, 24 Januari 2017

TERASI UDANG REBON


Udang Rebon merupakan salah satu hasil laut dari jenis udang-udangan namun dengan ukuran yang sangat kecil dibandingkan dengan jenis udang-udangan lainnya. Udang ini merupakan bahan baku pembuatan terasi. Terasi merupakan produk fermentasi udang atau udang rebon. Tahapan proses pembuatan terasi meliputi penjemuran, penggilingan atau penumbukan, serta penambahan garam yang kemudian dilanjutkan fermentasi. Selama proses fermentasi tersebut garam sebagai pengawet dan penyeleksi mikrobia yang tumbuh selama proses fermentasi, fermentasi adalah suatu proses penguraian menjadi senyawa-senyawa yang lebih sederhana oleh enzim yang berasal dari mikroorganisme dalam kondisi tertentu. Fermentasi ada yang berlangsung secara spontan mikroorganisme golongan tertentu dari lingkungan tetap bisa berkembangbiak dalam media yang terseleksi.
Ada dua macam terasi diperdagangkan dipasar, yaitu terasi udang dan terasi ikan. Jenis terasi udang umumnya mempunyai warna coklat kemerahan pada produk yang dihasilkan, sedangkan pada terasi ikan hasilnya berwarna kehitaman. Terasi bisa digunakan sebagai penyedap sehingga pemakaian terasi dalam masakan sangat sedikit, hal ini dapat mengakibatkan kandungan yang terdapat dalam terasi tidak banyak berperan. Terasi terdiri dari tiga jenis dilihat dari bahan dasar yang digunakan dalam produksi yaitu terasi udang, ikan, dan terasi campuran antara ikan dan udang. Masyarakat lebih menyukai terasi berbahan dasar udang, karena aromanya lebih sedap rasanya lebih lezat.

Terasi yang bermutu berwarna gelap tidak terlalu keras dan lembek. Dengan kandungan protein 15-20%, terasi sangat baik sebagai penyedap rasa makanan. Proses pembuatan produk terasi juga ditambahkan garam yang berfungsi untuk bahan pengawet, bentuknya seperti pasta dan berwarna hitam-coklat.bau khas dari terasi sangatlah tajam dan biasanya dipergunakan sebagai sambal terasi.bahan lainnya adalah tepung terigu, tepung beras, dan tepung lainnya. Bahan-bahan campuran inilah yang selanjutnya menentukan mutu dan cita rasa dari terasi yang dihasilkan.(SM)

Sabtu, 21 Januari 2017

Lestarikan Budaya, Warga Sotabar Gelar Petik Laut

Petik Laut yang di adakan di Desa Sotabar merupakan suatu bentuk syukur kepada Tuhan atas rezeki yang telah diberikan. Para nelayan juga memanfaatkan momen ini untuk memanjatkan doa agar diberi keselamatan saat melaut. Serta pelepasan sesaji yang di lepas ketengah lautan. Alat yang digunakan sebagai wadah sesaji sebelum dibuang ke laut yaitu “bitek”, sebuah perahu kecil yang umumnya dibuat dari pohon pisang. Namun seiring berjalannya waktu, bitek kerap dibuat dari kayu layaknya perahu pada umumnya. Sesaji yang disiapkan terdiri dari berbagai jenis makanan. Sebelum bitek dilepas, tokoh masyarakat akan memimpin doa bersama. Dalam doa yang dipanjatkan ini, termasuk di dalamnya adalah harapan bertambahnya rezeki dan meningkatnya hasil tangkapan para nelayan.
Selain makanan, kemenyan dan kembang tujuh rupa juga termasuk sesaji yang disiapkan di dalam bitek. Bagi masyarakat setempat, kembang tujuh rupa bukan hanya berstatus sebagai pelengkap, namun memiliki nilai filosofis. Tujuh jenis bunga menandakan jumlah hari dalam satu minggu. Sementara harumnya, menjadi harapan agar kita sebagai manusia hidup bermanfaat bagi sesama.
Perahu-perahu yang mengikuti ritual Petik Laut dihias meriah. Ada yang memakai umbul-umbul, bendera, ada pula yang menambahkan aksesori khas Jawa Timur, khususnya Madura. Usai dilarung, para nelayan menceburkan diri ke laut, berusaha mendapatkan sesaji. Mereka juga menyiramkan air yang dilewati sesaji ke seluruh badan perahu. Mereka percaya bahwa air tersebut dapat menghindarkan mereka dari malapetaka saat melaut.

Masyarakat nelayan Sotabar, Kecamatan Pasean, Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, melakukan "larung sesaji" ke tengah laut sebagai bentuk ritual selamatan laut dari para nelayan di wilayah itu.Larung sesaji ini dilakukan pada akhir kegiatan rangkaian "petik laut" yang dilakukan oleh para nelayan di wilayah ini. Menurut panitia petik Laut Pak Zainur, larung sesaji yang dilakukan oleh para nelayan ini sebagai perlambang kebersamaan di kalangan para nelayan. Disamping itu juga sebagai bentuk rasa syukur para nelayan atas rizki yang diterima nelayan dari hasil laut.(KD)

Selasa, 17 Januari 2017

CARA MEMBUAT KERUPUK IKAN RENYAH DAN GURIH


Kerupuk merupakan salah satu jenis makanan ringan yang dapat dijadikan sebagai pelengkap makanan. kerupuk memiliki beberapa jenis rasa, dari mulai rasa bawang, rasa ikan, rasa udang dan masih banyak berbagai jenis kerupuk lainnya. Kerupuk yang akan kami buat adalah kerupuk ikan yang renyah dan gurih. Kerupuk ikan ini akan kami buat dengan menggunakan bahan dasar tepung dan daging ikan. Selain memiliki rasa yang renyah dan gurih, kerupuk ini juga sangat mudah untuk kita buat sendiri, bahan yang diolahpun sangat mudah untuk kita dapatkan. Kerupuk ikan banyak tersedia dipasaran dan biasanya dijual dalam keadaan masih mentah atau belum digoreng. Dibawah inilah resep membuat kerupuk ikan renyah yang akan kami paparkan.

Bahan:
·         1 kg tepung tapioka
·         500 gr daging ikan
·         10 siung bawang putih (haluskan)
·         ½ sendok teh.
·         Ketumbar bubuk
·         350 gr gula pasir.
·         6 butir telur ayam.
·         ½ sendok teh soda kue.
·         garam secukupnya.
·         Air secukupnya.
·         Minyak untuk menggoreng secukupnya.

Cara membuat kerupuk ikan renyah:
1.      Campukan semua bahan kerupuk dan diaduk sampai tercampur.
2.      Tuang air sedikit demi sedikit sambil diuleni sampai adonan kalis.
3.   Setelah adonan kalis dan tidak lengket ditangan, bungkus dengan daun pisang dan gulung memanjang.
4.      Kukus adonan yang dibungkus daun pisang selama 3 jam atau sampai matang.
5.      Angkat adonan lalu dinginkan kemudian diiris tipis.
6.      Jemur adonan dibawah terik matahari sampai benar-benar kering.
7.   Panaskan minyak diatas api sedang lalu goreng kerupuk yang telah dijemur kering sampai merekah, angkat tiriskan.
8.      Kerupuk ikan siap untuk dinikmati.

Simpan kerupuk yang sudah digoreng dan masukkan kedalam toples supaya kerupuk tetap renyah dan dapat bertahan lama. Kerupuk ini sangat cocok disajikan ketika sedang  makan makanan yang berkuah. 

Senin, 16 Januari 2017

Sanggar Impian


Minggu, 15 Januari 2017 bertempat di balai desa Sotabar kecamatan Pasean digelar acara rutin belajar mengajar oleh Sanggar Impian. Kegiatan ini dimulai pukul 08.00 hingga pukul 11.00 WIB. Kegiatan ini diikuti oleh pelajar SD, MI sampai MTS yang ada di desa Sotabar. Dalam pelaksanaannya kegiatan ini dibagi menjadi 2 sesi, yaitu kelas besar dan kelas kecil. Kelas besar merupakan kelas yang diikuti oleh semua siswa dengan satu materi pembelajaran. Sedangkan kelas kecil merupakan kelas yang dibentuk sesuai tingkatan pendidikan siswa dengan satu pengajar di masing-masing kelompok.

 Kegiatan belajar mengajar oleh Sanggar Impian di desa Sotabar telah berlangsung sekitar tiga bulan. Saat ini Sanggar Impian memiliki 9 volunteer dengan siswa binaan lebih dari seratus siswa.
“Sanggar Impian merupakan lembaga non profit, semua orang dapat turut ambil bagian dalam gerakan ini, semakin banyak dukungan masyarakat diharapkan mampu meningkatkan kualitas pendidikan di desa Sotabar ini” tutur Kak Devi, salah satu volunteer Sanggar Impian.

Kepada kami, Kak Luluk yang merupakan salah satu penggagas Sanggar Impian menyampaikan bahwa sebenarnya secara konstitusional mendidik adalah tanggung jawab pemerintah. Tetapi secara moral, mendidik adalah tanggung jawab orang terdidik sehingga setiap dari kita sebagai warga negara Indonesia dapat mengambil bagian untuk bersama-sama memenuhi janji kemerdekaan, yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa. (KD)