Drop Down MenusCSS Drop Down MenuPure CSS Dropdown Menu

Sabtu, 21 Januari 2017

Lestarikan Budaya, Warga Sotabar Gelar Petik Laut

Petik Laut yang di adakan di Desa Sotabar merupakan suatu bentuk syukur kepada Tuhan atas rezeki yang telah diberikan. Para nelayan juga memanfaatkan momen ini untuk memanjatkan doa agar diberi keselamatan saat melaut. Serta pelepasan sesaji yang di lepas ketengah lautan. Alat yang digunakan sebagai wadah sesaji sebelum dibuang ke laut yaitu “bitek”, sebuah perahu kecil yang umumnya dibuat dari pohon pisang. Namun seiring berjalannya waktu, bitek kerap dibuat dari kayu layaknya perahu pada umumnya. Sesaji yang disiapkan terdiri dari berbagai jenis makanan. Sebelum bitek dilepas, tokoh masyarakat akan memimpin doa bersama. Dalam doa yang dipanjatkan ini, termasuk di dalamnya adalah harapan bertambahnya rezeki dan meningkatnya hasil tangkapan para nelayan.
Selain makanan, kemenyan dan kembang tujuh rupa juga termasuk sesaji yang disiapkan di dalam bitek. Bagi masyarakat setempat, kembang tujuh rupa bukan hanya berstatus sebagai pelengkap, namun memiliki nilai filosofis. Tujuh jenis bunga menandakan jumlah hari dalam satu minggu. Sementara harumnya, menjadi harapan agar kita sebagai manusia hidup bermanfaat bagi sesama.
Perahu-perahu yang mengikuti ritual Petik Laut dihias meriah. Ada yang memakai umbul-umbul, bendera, ada pula yang menambahkan aksesori khas Jawa Timur, khususnya Madura. Usai dilarung, para nelayan menceburkan diri ke laut, berusaha mendapatkan sesaji. Mereka juga menyiramkan air yang dilewati sesaji ke seluruh badan perahu. Mereka percaya bahwa air tersebut dapat menghindarkan mereka dari malapetaka saat melaut.

Masyarakat nelayan Sotabar, Kecamatan Pasean, Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, melakukan "larung sesaji" ke tengah laut sebagai bentuk ritual selamatan laut dari para nelayan di wilayah itu.Larung sesaji ini dilakukan pada akhir kegiatan rangkaian "petik laut" yang dilakukan oleh para nelayan di wilayah ini. Menurut panitia petik Laut Pak Zainur, larung sesaji yang dilakukan oleh para nelayan ini sebagai perlambang kebersamaan di kalangan para nelayan. Disamping itu juga sebagai bentuk rasa syukur para nelayan atas rizki yang diterima nelayan dari hasil laut.(KD)

0 komentar:

Posting Komentar